Sebagaimana dikatakan para
ulama bahwa hakikat sholat adalah Do’a.
Dalam ajaran islam
sholat hajat sendiri adalah ibadah yang
merefleksikan permohonan pertolongan dan pengharapan kasih saying seorang hamba
dengan menunjukkan sikap butuh, tidak memiliki kuasa, serta daya upaya dan
kekuatan, kecuali atas pertolongan Allah SWT.
Sejatinya, hajat merupakan
salah satu kebutuhan psikologis setiap manusia. Sebagaimana yang telah
ditetapkan menjadi hukum alam bahwa kehidupan manusia disertai berbagai
kebutuhan. Oleh karena itu, islam menjadikan sholat hajat sebagai mekanisme
memohon hanya kepada Allah SWT. Memohon untuk keluar dari belitan kebutuhan
hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan demikian, sholat Hajat bisa
dikatakan sebagai nikmat besar yang diberikan oleh Allah Swt. Bagaimana tidak,
bayangkan saja, memohon pemenuhan kebutuhan/hajat saja bisa bernilai ibadah
yang karenanya mendapat pahala.
Jadi, sungguh merugi orang
yang lupa untuk mengerjakan sholat Hajat apalagi yang tidak mau melaksanakannya.

